Pengarang : Muhammad ‘Imarah
Penerbit : Maktabah el-Shorouk el-Dauliyah
Kota Terbit : Kairo
Tahun Terbit : 1427 H/ Oktober 2006 M
Tebal Buku : 101 hlm.
Abdul Aziz Ma’sum
Penerbit : Maktabah el-Shorouk el-Dauliyah
Kota Terbit : Kairo
Tahun Terbit : 1427 H/ Oktober 2006 M
Tebal Buku : 101 hlm.
Abdul Aziz Ma’sum
Manusia hidup di dunia mengemban amanah
yang sangat mulya dari Allah, sebagaimana yang telah tertera dalam kitab
suci al-Qur’an, Allah SWT berfirman; Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman
kepada para malaikat: “sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang
khalifah di muka bumi”. Namun, tidak akan mudah bagi manusia dalam
menjalani kehidupan dan menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka
bumi ini. Maka dari itu Allah memberikan tuntunan, petunjuk kepada
manusia sebagai bentuk perhatian-Nya selaku Sang khalik, ialah dengan
menurunkan sebuah kitab, dengan tujuan dapat mengatur manusia kedalam
suatu sistem kehidupan yang berdasar kepada segala kebaikan dan bebas
dari segala kejahatan. Sebut saja Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada
Nabi Daud, Injil kepada Nabi Isa, dan kitab terakhir adalah al-Qur’an
kepada Nabi Muhammad SAW.Seiring berjalannya waktu, kitab-kitab yang dijadikan pegangan manusia dalam mengarungi kehidupannya itu, kini dipertanyakan keaslian dan keontetikannya. Diantara faktor yang paling mempengaruhi ialah dari segi penafsiran kepada nash kitab-kitab tersebut. Tafsir yang dulunya (baca: salaf) selalu sesuai dengan kaidah-kaidah penafsiran yang ditetapkan oleh para ulama’, sekarang merasa sedikit terusik dengan kehadiran metode penafsiran cara baru: Hermeneutika, yang keberadaannya selalu dipertanyakan, diperdebatkan, dan diperselisihkan higga saat ini. apa itu hermeneutika? Pantaskah dijadikan sebagai metode penafsiran?



